Jumat, 29 Juli 2011

Metode pembagian Rugi-Laba yang dipakai antara lain:
1. Laba – Rugi dibagi sama
2. Laba – Rugi dibagi berdasarkan perbandingan tertentu yang telah disepakati
3. Laba – Rugi dibagi sesuai dengan perbandingan modal awal
4. Laba – Rugi dibagi sesuai dengan perbandingan modal akhir
5. Laba – Rugi dibagi sesuai engan perbandingan modadl rata-rata
6. Laba – rugi dibagi sama setelah dikurangi gaji dan bonus
7. Laba – rugi dibagi sama setelah dikurangi bunga modal rata-rata
8. Dll sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam oerjanjian pada saat pendirian Firma.
1. Laba – Rugi dibagi sama
Contoh : suatu Firma memperoleh laba sebesar Rp 60.000.000,00 dan laba ini akan dibagi kan sama rata kepada Tn.A, Tn.B, Tn.C sehingga masing-masing akan menerima hak atas laba Firma sebesar Rp.20.000.000 per orang
Rp 60.000.000,00 3  = Rp 20.000.000,00
Apabila Laba- Rugi firma dibagi sama, maka berarti setiap anggota memperolah hak atas laba atau rugi tsb sama besar. Metoe ini cocok dipakai apabila kontribusi masing-masing anggota dalam mengahasilkan laba adalah sama. Kebaikan metode ini adalah mudah dan sederhana. Kelemahannya adalah kurang mendorong masing-masing sekutu dalam meningkatkan laba Firma.



2. Laba – Rugi dibagi berdasarkan perbandingan tertentu yang telah disepakati
Dalam hal pembagian laba –rugi firma dibagi berdasarkan perbandingan tertentu yang telah disepakati oleh masing-masing anggota, maka perbandingan tsb harus tercantum dalam akte pendirian Firma. Perbandingan tsb harus jelas, baik berupa angka perbandingan, maupun persentase perbandingan (misalnya 1: 2: 3 ). Dengan adanya pembagian Laba Firma sesuai dengan perbandingan presentase maka rekening modal masing-masing anggota kan nertambah sebesar hak atas labanyaa masing-masing. Kebaikan metode ini adalah mudah dan sederhana. Kelemahannya adalah kurang mendorong masing-masing sekutu dalam meningkatkan laba Firma.
Contoh : suatu Firma memperoleh laba sebesar Rp.60.000.000, dan laba ini akan dibagikan kepada Tn A, Tn B, Tn C sesuai dengan keputusan yang telah disepakati yaitu misalnya : 3 : 1 : 2
Maka perhitungan laba Firma tersebut sebagai berikut :
Hak laba untuk Tn. A sebesar Rp. 30.000.000
Hak laba untuk Tn. B sebesar Rp. 10.000.000
Hak laba untuk Tn. C sebesar Rp. 20.000.000
3. Laba – Rugi dibagi sesuai dengan perbandingan modal awal
Apabila laba – Rugi Firma dibagi sesuai dengan perbandingan modal awal masing-masing anggota, maka yang dijadikan pedoman pembagian adalah jumlah modal awal masing-masing anggota yang Nampak pada Neraca Awal Firma. Jika Firma tsb sudah berjalan beberapa tahun, maka yang dimaksud dengan modal awal adalah saldo maing-masing anggota pada awal tahun.
Contoh : suatu Firma memperoleh laba sebesar Rp. 60.000.000. modal awal masing-masing anggota Firma beserta perhitungan hak atas laba berdasarkan rasio modal awal adalah sbb:
Nama Saldo Rasio Hak Atas Laba
Anggota Modal Awal Pembagian Laba


Tn.A Rp 20.000.000
Tn.B Rp 10.000.000
Tn.C Rp 15.000.000
Total = Rp. 45.000.000
Jadi perhitungan untuk pembagaian laba kepada setiap sekutu adalah sebagai berukut :
Tn. A = 20 / 45 x 60.000.000 = 26.666.664
Tn. B = 10 / 45 x 60.000.000 = 13.333.332
Tn. C = 15 ./ 45 x 60.000.000 = 19.999.998
Dalam pembagian laba rugi menggunkana metode ini tidak hanya menggunkan modal awal tetapi ada empat macam modal yang akan di pakai yaitu sebagai berikut :
a.       Modal mula-mula
Modal mula-mula adalah modal masing-masimg anggota pada saat Firma berdiri. Besarnya modal mula-mula tidak akan mengalami perubahan. Dengan demikian apabila rasio modal yang dipakai sebagai dasar pembagian laba adalah rasio modal mula-mula maka akan sama dengan metode kedua. Yaitu laba dengan rasio tertentu. Kebaikan dan kelemahannya juga sama dengan metode yang kedua.
b.      Modal awal periode
Modal awal periode adalah saldo modal pada awal periode yang bersangkutan. Pada umumnya saldo modal masing-masing anggota setiap periodenya mengalami perubahan karena berbagi macam alasan, diantaranya:
- Setoran modal
- Penarikan (pengambilan) modal
- Pemindahan saldo rekening prive
- Bagian laba
- Pembebenan bagian rugi
Dengan demikian rasio modal awal periode ini setiap periodenya sering mengalami perubahan. Metode ini tidak memiliki kebaikan yang menonjol. Sedangkan kelemahannya adalah mendorong anggota untuk menyetor modal pada akhir periode dan menariknya kembali pada awal periode berikutnya,dengan demikian bagian laba yang diterima bertambah.
c.       Modal akhir periode
Yang dimaksud dengan modal akhir periode adalah saldo rekening “Modal” pada akhir periode sebelum pemindahan saldo rekening “prive” dan pembagian laba atu rugi. Pada umumnya saldo modal akhir ini mengalami perubahan. Dengan demikian rasionya juga akan mengalami perubahan. Modal akhir periode ini kan menjadi moda awal pada periode berikutnya.
d.      Modal rata-rata
Yang dimaksud dengan modal rata-rata adalah modal rata-rata masing-masing anggota selama satu periode. Dalam menghitung besarnya modal rata-rata ini ada 2 faktor yang harus diperhitungkan, yaitu:
a.       Saldo awal
b.      Jangka waktu
Apabila selama satu periode tidak terjadi transaksi yang mempengaruhi modal maka saldo modal akan selalu konstan. Saldo modal tsb sama dengan modal rata-rata. Apabila selama satu periode terjadi perubahan modal kedua factor tsb harus diperhitungkan sehingga besarnya modal rata-rata dapat dihitung.
4. Laba-Rugi dibagi sesuia dengan perbandingan modal akhir
Apabila modal akhir dipakai sebagi dasar pembagian Laba-rugi Firma,maka diperhitungkan Mutasi modal masing-masing anggota sampai pada saat pembagian laba dilakukan..
5. Laba-Rugi dibagi sama setelah dikurangi gaji dan bonus
Apabila Laba-Rugi Firma dibagi ssetelah dikurangi gaji dan bonus, maka yang menjadi hak penting disini adalah jumlah gaji dan bonus kepada para anggota. Dalam hal ini terlebih dahulu ditetapkan basarnya gaji (misalnya gaji bulanan)kepada para anggota dan juga diperhitungkan adnya bonus kepada para anggota. Setelah gaji dan bonus ditetapkan jumlahnya, jumlah gaji dan bonus tsb mengurangi Laba-Rugi Firma dan sisanya tsb barulah dibagikan kepada para anggota sesuia dengan keputusan yang telah disepakati.
Dengan menggunakan conyoh pertama dimuka,apabila diketahui bahwa gaji dan bonus untuk masing-masing anggpta sbb:
Nama anggota             Gaji Bulanan               Bonus
Tn. A                                       400.000                       4.800.000
Tn. B                                       350.000                       1.800.000
Tn. C                                       500.000                       3.650.000
Berdasarkan data gaji dan bonus diatas dapat dibuat perhitungan sbb :
Gaji pemilik selama 11 bulan yaitu Tn. A Rp.4.400.000, Tn. B Rp.3.850.000, Tn. C Rp. 5.500.000 sehingga total gaji sebesar Rp. 13.750.000
Bonus Rp.4.800.000, Rp.1.800.000, Rp. 3.650.000 total bonus sebesar Rp. 10.250.000
Jumlah gaji dan bonus setiap anggota yaitu sbb, Tn A. Rp.9.200.000, Tn. B Rp. 5.650.000, Tn. C Rp. 9.150.000.  Jadi total gaji dan bonus semua anggota sebesar Rp. 24.000.000
Dengan demikian sisa laba yang akan dibagikan kepada anggota adalah sebesar Rp. 60.000.000-Rp. 24.000.000 = Rp. 36.000.000. sisa laba sebesar Rp 36.000.000 tersebut dibagi sama rata kepada anggota masing-masing Rp 12.000.000
Akibat dari perhitungan diatas, maka Laba sebesar Rp 60.000.000 akan dibagikan kepada para anggota sbb:
Tn.A = Rp 9.200.000 + Rp 12.000.000 = Rp 21.200.000
Tn.B = Rp 5.650.000 + Rp 12.000.000 = Rp 17.650.000
Tn.C = Rp 9.150.000 + Rp 12.000.000 = Rp 21.150.000
Jumlah =                                                           Rp 60.000.000

6. Laba-Rugi dibagi sama setelah dikurangi Bunga Modal Rata-rata
Dalam metode ini, terlebih dahulu harus ditentukan besarnya bunga modal rata-rata untuk masing-msaing anggota. Setelah jumlah bunga modal rata-rata didapat barulah laba yang dipeloreh Firma dikuarangi dengan jumlah bunga modal rata-rata tersebut dan sisa Laba kemudian dibagikan kepada para anggota sesuai dengan ketentuan.
7. Laba – Rugi dibagi sesuai dengan perbandingan Modal Rata-rata
Apabila modal rata-rata yang digumnakan sebagai dasar pembagian laba rugi firma, maka langkah yang ditempuh adalah menghitung modal rata-rata dengan berpegang pada mutasi modal yang dapat dillihat dalam buku besar modal masing-masing anggota. Dengan menggunakan contoh pertama diatas,maka perhitungan modal rata-rata akan tampak sbb:
Modal Tn. A
Tanggal                                    modal/bulan                 jumlah modal
1 Feb – 3 Mei (3 bulan)          20.000.000                  60.000.000
3 Mei – 5 Nop (6 bulan)        15.000.000                  90.000.000
5 Nop – 31 Des (2 bulan)        21.000.000                  42.000.000
Total selama 11 bulan                                                  192.000.000
Modal rata-rata Tn. A = 192.000.000 : 11 bulan = 17.454.540



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar