Kamis, 24 Mei 2012

Studi Kelayakan Bisnis



KRITERIA KEPUTUSAN
Didalam penialaian keputusan investasi atau studi kelayakan bias menggunakan berbagai criteria. Dimulai dari criteria yang sempit sampai dengan criteria yang luas. Criteria yang sempit hanya menekankan pada ospek profitabilitas dipandang dari sudut bisnis yang sering disebut profitabilitas komersial. Sedangkan dari sudut yang lebih luas adalah dengan memerhatikan manfaat proyek bagi perekonomian nasional dari segi social.
Dalam studi kelayakan bisnis yang sebagian besar membicarakan segi bisnis maka profitabilitas komersial lebih diperhatikan. Investor memiliki prioritas penilaian suatu proyek yaitu apakah suatu proyek memberikan tingkat keuntungan yang dianggap layak. Baru kemudian menyusul pertimbangan-pertimbangan lain yang menyangkut manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pada dasarnya terdap[at dua pendekatan uatama dalam menilai sumbangan proyek kepada perekonomian nasional, yaitu sebagai berikut ;
a.       Menitikberatkan pada suatu atau lebih karakteristik penting, misalnya penerimaan devisa, penggunaan tenaga kerja sebanyak-banyaknya dan penggunaan modal sekecil-kecilnya.
b.      Mengkonsentrasikan pada hasil keseluruhan yang diharapkan dalam usaha untuk menemukan rata-rata, nilai bersih proyek yaitu dengan mempertimbangkan se3mua factor yg ada didalamnya. Misalnya, criteria profitabilitas komersial dan profitabilitas ekon okonomi nasional yg telah disinggung sbeelumnya.
Criteria yang akan dibahas antara lain :
a.       Ktriteria intensitas factor
Berdasarkan kritteria ini, pemerintah suatu Negara sebaiknya memberikan prioritas pembangunan proyek-proyek yang memanfaatkan factor surplus, yaitu misalnya tenaga kerja daripada factor yang jarang misalnya modal (capital). Namun, perlu diperhatikan bahwa kelebihan tenaga kerja dalam kenyataan bukian satu-satunya factor yang perlu diperhatikan karena msih banyak factor-faktor lain yang juga mempenagruhinya. Terlalu menitikberatkan pada kelebihan satu factor, tetapi mengabaikan factor-faktor lainnya, bias mengakibatkan kegagalan proyek secara keseluruhan yang bahkan bias membrikan dampak negative terhadap perekonomian.
Criteria ini memiliki kelemahan, yaitu harus diikuti dengan asumsi factor-faktor lain yang dianggap tetap tidak terpengaruh dan dipengaruhi oleh factor-faktor yang dijadikan criteria.
b.      Criteria luas dan kompleksitas proyek
Criteria lain yang bisa dipergunakan untuk membuat keputusan investasi adalah luas dan tingkat kompleksitas elemen-elemen yang terdapat dalam proyek. Semakin luas suatu proyek semakin kompleks permasalahan yang dihadapinya. Luas dan kompleksitas tersebut meliputi aspke keuangan yang diperoleh dari aspke-aspke lain.

c.       Criteria pendapatan valuta asing
Salah satu pertimbangan keputusan dilaksanakan suatu proyek adalah seberapa besar penghematan devisa yang diperoleh bagi produk-produk yang diproduksi proyek jika produk tersebut adalah subtitusi impor, atau seberapa besar pendapatan devisa yang diperkirakan akan didapat dari ekspor produk yang akan dihasilkan proyek.
Pertimbangan yang menyertai perlunya digunakan criteria pendapatan devisa adalah sebagai berikut :
1.      Krisis cadangan devisa akan mengancam kelangsungan pembangunan jangka panjang suatu Negara, maka proyek-proyek secara komersial tidak layakpun bisa diterima asal menghasilkan devisa yang relative tinggi atau proyek tersebut paling tidak bisa membantu mengatasi kesulitan devisa.
2.      Jika proyek-proyek yang ada selama ini dinilai dalam jangka panjang tidak mampu menghasilkan devisa yang cukup bagi Negara yang bersangkutan, pembangunan proyek-proyek yang memberikan pendapatan devisa atau yang menghemat devisa merupakan proyek-proyek yang harus diprioritaskan.
Kelemahan criteria ini sebagaimana criteria-kriteria sebelumnya adalah tidak melihat atau mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan yang berkaitan tidak hanya satu atau dua faktore, melainkan berbagai factor yang saling mempengaruhi.

d.      Criteria profitabilitas komersial
Berbeda dengan criteria-kriteria yang sebelumnya yang hanya mempertimbangkan satu aspek  dlam proyek, maka criteria profitabilitas komersial yang mempertimbangkan berbagai factor, lebih diterima secara luas sebagai alat untuk menilai proyek secara keseluruhan . criteria tersebut digunakan oleh investor swasta maupun pemerintah atau lembaga-lembaga keuangan, baik swata maupun pemerintah. Perkiraan profitabilitas adalah laba bersih (yang diharapkan) sesudah pajak.
Penggunaan criteria profitabilitas komersial untuk menilai proyek-proyek industry sangat disarankan karena criteria ini cenderung bersifat obyektif dan menggunakan aspke penting, yaitu biaya. Dengan mendapatkan informasi akurat mengenai permintaan atau pasar, harga, produksi dan biaya, profitabilitas komersial tidak sulit dihitung dan cara perhitungannya telah dikenal melalui prosedur akuntansi.
Profitabilitas komersial ini juga dipergunakan untuk membandingkan investasi satu dengan yang lain bagi para investor swasta. Bagi pemerintah yang akan menangani proyek secara langsung dalam arti menginvestasikan dananya kedalam suatu bisnis Negara, profitabilitas komersial bisa digunakan untuk perkiraan prestasi keuangan bisnis Negara yang akan dilaksanakan.
Profitabilitas komersial merupakan sebuah perkiraan yang tidak lepas dari pen yimpangan. Terdapat dua bagian besar didalam profitabilitas komersial ini, yaitu estimasi biaya produksi dan estimasi penerimaan penjualan. Jika terdapat kesalahan pada salah satu bagian tersebut, akan mengakibatkan kesalahan pada perhitungan rate of return. Sebaliknya, jika estimasi profitabilitas komersial dengan teliti dibuat dan mendasarkan pada konsep konservatif, profitabilitas komersial tersebut bisa digunakan sebagai dasar penilaian prospek proyek, terutama dalam kaitannya sebagai bisnis komersial.
e.       Criteria profitabilitas ekonomi nasional
Criteria profitabilitas ekonomi nasional merupakan criteria yang paling tepat untuk mengukur nilai bersih suatu proyek terhadap perekonomian nasional. Profitabilitas ekonomi nasional adalah rata-rata rate of turn bersih suatu investasi dalam hubungannya dengan perekonomian nasional.
Perhitungan profitabilitas ekonomi nasional, selain memasukkan biaya ekonomis dan laba yang sering tidak diperhitungkan juga memasukkan biaya dan manfaat nonekonomis yang seharusnya dibutuhkan dalam suatu penilaian proyek agar diperoleh nilai proyek yang sebenarnya terhadap perekonomian nasional.
Metode untuk menilai profitabilitas ekonomi nasional yang paling mudah adalah mendasarkan pada perhitungan profitabilitas komersial lalu disesuaikan dengan kondisi yang memerlukan penyesuaian.
Meskipun criteria profitabilitas ekonomi nasional jika diterapkan dengan benar memiliki kelebihan, yaitu bisa memperlihatkan nilai yang sebenarnya suatu proyek terhadap perekonomian nasional, namun tetap memiliki kelemahan, antara lain sebagaimana perhitungan profitabilitas komersial, perhitungan profitabilitas ekonomi nasionalpun tidak luput dari kesalahan perhitungan. Selain itu, criteria ini tidak begitu dikenal masyarakat sehingga jarang digunakan. Kedaan ini mengakibatkan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kegunaan criteria profitabilitas ekonomi nasional, meskipun hal ini tidak boleh terjadi.
f.       Criteria pemilihan proyek
Kedua criteria sebelumnya profitabilitas komersial dan profitabilitas ekonomi nasional adalah criteria yang sangat berguna untuk menganalisis proyek secara obyektif dan sistematis. Criteria pemilihan proyek mendasarkan pada kedua criteria tersebut ditambah dengan pertimbangan kualitatif. Criteria ini dipergunakan pada saat mengambil keputusan menghadapi alternative proyek, proyek apa yang harus didahulukan dan proyek mana yang sebaiknya ditunda.
Bahaya yang mengancam dengan digunakan criteria ini adalah jika pertimbangan ekonomis mendominasi pengambilan keputusan.
Obyektivitas tidak saja di tuntut untuk mendapatkan proyek-proyek yang dapat diterima, melainkan juga memilih proyek prioritas, yaitu proyek yang sebaiknya didahulukan pelaksanaan dibandingkan dengan yang lain. Oleh karena itu criteria pemilihan ini dipergunakan untuk menentukan urutan proyek dari sekelompok usulan proyek. Caranya dengan membuat analisis perbandingan sekelompok kemudian menetukan prioritasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar