Jumat, 26 Agustus 2011

KONSINYASI
Penyerahan fisik barang – barang oleh pihak pemilik kepada pihak lain yang bertindak sebagai agen penjual, secara hokum dapat dinyatakan bahwa hak atas barang-barang ini tetap berada ditangan pemilik sampai barang-barang ini dijual oleh pihak agen penjual. Penyerahan ini disebut konsinyasi. Pihak yang memiliki barang disebut konsinyor (consignor), sedangkan pihak yang mengusahakan penjualan ini disebut konsinyi (consignee), faktor (factor), atau pedagang komisi (commission merchant)
Sifat Konsinyasi
Ditilik dari sudut hokum, penyerahan barang ini disebut sebagai penitipan, dimana pihak konsinyi memegang barang ini untuk dijual seperti yang dirinci dalam persetujuan yang dibuat antara konsiyor dan konsinyi.
Konsinyor lebih menyukai bentuk konsinyasi penyerahan barang-barangnya kepada agen penjual karean alas an-alasan sebagai berikut :
1.    Konsinyasi mungkin merupakan satu-satunya cara yang memungkinkan produsen atau distributor memperoleh daerah pemsaran yang lebih luas.
2.    Konsinyor dapat memperoleh spesialis penjualan.
3.    Harga jual barang eceran konsinyasi dapat dikendalikan oleh pihak konsinyor yang masih menjadi pemilik barang ini.
Kon simyi lebih menyukai barang konsinyasi daripada membelinya karena alas an-alasan sebagai berikut:
1.    Pihak konsinyi terlepas dari risiko kegagagaln menjual barang itu atau risiko penjualan dengan rugi.
2.    Risiko kerusakan fisik dan fluktuasi harga dapat dihindari.
3.    Kebutuhan modal kerja berkurang, krena penetapan harga pokok persediaan barang konsinyasi dilakukan oleh pihak konsiyor.



Operasi Konsinyasi
Dalam penyerahan barang atas dasar konsinyasi, harus disusun kontrak (atau persetuyjuan tertulis ) yang menunjukkan sifat hubungan antara pihak yang menyerahkan dan pihak yang menerima barang. Hak dan kewajiban pihak konsinyi ditetapkan dan ditentukan oleh undang-undang penitipan dan kegenan seperti yang dimodifikasi oleh Uniform Commercial Code. Hal-hal yang terpenting adalah sebagai berikut :

Hak pihak konsinyi :
1.    Pihak konsinyi berhak memperoleh penggantian atas pengeluaran yang dibutuhkan berkaitan dengan barang konsinyasi dan juga berhak memperoleh imbalan atas penjualan barang konsiyasi.
2.    Pihak konsinyi berhak menawarkan garansi biasa atau barang konsinyasi yang dijual, dan sementara itu pihak konsiyor terikat pada sayrat pembelian garansi seperti ini.
Kewajiban pihak konsinyi :
1.    Pihak konsinyi harus melindungi barang-barang pihak pemilik dengan cara yang baik dan sesuai dengan sifat barang dan kondisi konsinyasi.
2.    Pihak konsinyi harus menjual barang konsinyasi dengan harga yang telah ditentukan, atau jika tidak ada ketentuan tidak mengenai harga ia harus menjualnya dengan harga yang memuaskan kepentinagn pihak pemilik.
3.    Pihak konsinyi harus memisahkan barang konsinyasi dari barang dagangan lainnya
4.    Pihak konsinyi harus mengirimkan laporan berkala mengenai kemajuan penjualan barang konsinyasi.

Akuntansi untuk Konsinyasi
Factor-faktor yang membedakan konsinyasi dari penjualan biasa harus ditetapkan dalam mencatat penyerahan barang konsinyasi dan transaksinya yang timbul kemudian. Bprosedur akuntansi yang biasanya diikuti oleh pihak konsinyi dan pihak konsinyor tergantung pada apakah :
1.    Transasksi konsinyasi harus diikhtisarkan terpisah dan laba atas masing-masing konsinyasi harus dihitung terpisah dari laba atas penjualan biasa.
2.    Transasksi konsinyasi harus disatukan denganh transaksi lain pihak konsinyi, tanpa pemisahan antara labaatas penjualan konsinyasi dan laba atas penjualan biasa.
Akuntansi untuk konsinyasi yang telah selesai
Catatan pihak konsinyi – jika laba konsinyasi ditetapkan sendiri :
1.    Penyerahan barang kepada pihak konsinyi
2.    Beban pihak konsiyor ditetapkan pada konsinyasi
3.    Beban pihak konsinyi ditetapkan pada konsinyasi
4.    Penjualan oleh pihak konsinyi
5.    5.komisi atau laba yang masih harus diterima bagi konsinyi
6.    Pengiriman uang kas dan perkiraan penjualan konsinyasi oleh pihak konsinyi
Catatan pihak konsinyi – jika laba konsinyasi tidak ditetapkan sendiri
1.    Penyerahan barang kepada pihak konsinyi
2.    Beban pihak konsinyor ditetapkan pada konsinyasi
3.    Beban pihak konsinyi ditetapkan pada konsinyasi
4.    Penjualan oleh pihak konsinyi
5.    Komisi atau laba yang masih harus diterima bagi pihak konsinyi
6.    Pengiriman uang kas dan perkiraan penjualan konsinyasi oleh pihak konsinyi
Catatan pihak konsinyor – jika laba konsinyasi ditetapkan sendiri :
1.    Penyerahan barang kepada pihak konsinyi
2.    Beban pihak konsinyor yang ditetapkan pada pihak konsinyasi
3.    Beban pihak konsinyi yang ditetapkan pada pihak konsinyasi
4.    Penjualan oleh pihak konsinyi
5.    Pembebanan komisi oleh pihak konsinyi
6.    Pengiriman uang kas dan perkiraan penjualan konsinyasi oleh pihak konsinyi.
Catatan pihak konsinyor – jika laba konsinyasi ditetapkan tersedia :
1.    Penyerahan barang kepada pihak konsinyi
2.    Beban pihak konsinyor yang ditetapkan pada pihak konsinyasi
3.    Beban pihak konsinyi yang ditetapkan pada pihak konsinyasi
4.    Penjualan oleh pihak konsinyi
5.    Pembebanan komisi oleh pihak konsinyi
6.    Pengiriman uang kas dan perkiraan penjualan konsinyasi oleh pihak konsinyi.

Akuntansi Untuk Konsinyasi yang tidak Diselesaikan dengan Tuntas
1.    Catatan pihak konsinyi – jika laba konsinyasi tidak ditetapkan sendiri
2.    Catatan pihak konsinyi – jika laba konsinyi ditetapkan sendiri
3.    Catatan pihak konsinyor – jika laba konsinyasi tidak ditetapkan sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar