Jumat, 11 Februari 2011

Pasar Modal & Manajemen Portofolio

TUGAS
PASAR MODAL DAN PORTOFOLIO


NAMA : YOHANES APRIANUS BRIA KLAU
NIM : 0813077
KELAS : A
JURUSAN : AKUNTANSI

UNIVERSITAS ATMA JAYA
MAKASSAR
Korelasi merupakan alat ukur statistik mengenai hubungan dari serial data yang menunjukkan pergerakan bersamaan relatif (relative comovements) antara serial data tersebut. Jika serial data bergerak dengan arah yang sama disebut dengan korelasi positif, sebaliknya jika bergerak dengan arah berlawanan disebut korelasi negatif. Sedangkan koefisien korelasi merupakan ukuran dari tingkat korelasi, yaitu:
1. Korelasi positif sempurna (koefisien korelasi +1)
2. Tidak ada korelasi (koefisien korelasi 0)
3. Korelasi negatif sempurna (koefisien korelasi -1)

a. Nilai korelasi yang positif (koefisien korelasi +1), menunjukkan nilai-nilai dari dua variabel bergerak kearah yang sama, yaitu jika satu meningkat, yang lainnya juga meningkat dan demikian juga sebaliknya.



Y
X

Grafik korelasi positif sempurna
Keterangan : dimana kalau X naik maka Y juga naik, begitupun sebaliknya X turun maka Y juga akan ikut turun.
b. Nilai korelasi yang negative(koefisien korelasoi -1), menunjukkan nilai-nilai dari dua variabel bergerak kearah yang berlawanan, yaitu jika satu meningkat, yang lainnya menurun. Atau jika satu menurun, yang lainnya meningkat. Nilai dari dua return saham yang bergerak kearah berlawanan ini menunjukkan bahwa rugi di satu saham akan di kompensasi dengan untung di saham yang lain. Implikasinya adalah investasi saham dengan kovarian yang negatif di dalam portofolio akan mengurangi dan bahkan untuk kasus tertentu (jika korelasinya negatif sempurna) dapat menghilangkan semua risiko.




Y
X

Grafik korelasi negative sempurna
Keterangan gambar : dimana X dan Y selalu berlawanan, jika X naik maka Y turun, sebaliknya Y naik maka X turun.
c. Nilai korelasi sama deangan nol(koefisien korelasi sama dengan nol), menunjukkan nilai-nilai dari dua variabel independent, yaitu pergerakan satu variabel tidak ada hubungannya dengan pergerakan variabel yang lainnya. Koefisien korelasi bernilai 0 jika tidak ada hubungan yang linier antara variable.


Investasi / aktiva yang tidak berkorelasi artinya tidak ada interaksi di antara pengembaliannya (returnnya). Mengkombinasikan aktiva yang tidak berkorelasi dapat mengurangi risiko meskipun tidak seefektif seperti aktiva yang memiliki korelasi negatif. Kombinasi aktiva yang tidak berkorelasi dapat mengurangi risiko daripada mengkombinasikan aktiva yang berkorelasi positif.
Kaitan antara korelasi dengan manfaat pengurangan risiko dapat digambarkan di bawah ini:
1. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi positif sempurna (+1,0) tidak akan memberikan manfaat pengurangan risiko.
2. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi nol, akan mengurangi risiko portofolio secara signifikan.
Kuat Lemahnya Hubungan ini diukur dengan istilah “Koefisien Korelasi” atau Correlation Coefficient. (r)
Koefisien korelasi bernilai: -1 hingga 1
r=0 artinya TIDAK ADA Hubungan sama sekali antara dua variable tersebut
r=1 artinya ADA HUBUNGAN POSITIF sempurna antara dua variable tersebut
r=-1 artinya ADA HUBUNGAN NEGATIF sempurna antara dua variable tersebut
Kaitan antara korelasi dengan manfaat pengurangan risiko dapat digambarkan di bawah ini:
1. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi positif sempurna (+1,0) tidak akan memberikan manfaat pengurangan risiko.
2. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi nol, akan mengurangi risiko portofolio secara signifikan.
3. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi negatif sempurna (-1,0) akan menghilangkan risiko kedua sekuritas tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.jonathansarwono.info/korelasi/korelasi.htm
http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/31020-6-737175375436.doc
http://books.google.co.id/books?id=YLORI8ul44kC&pg=PT163&lpg=PT163&dq=korelasi+antar+sekuritas+adalah+korelasi+negatif+sempurna&source=bl&ots=L2D4ipFmdc&sig=GBdZEBbPTou7PD6QzCplntfrhk4&hl=id
Dermawan Sjahrial. 2007. “ Pengantar Manajemen Keuangan”. Edisi Kedua. Jakarta: Mitra Wacana Media
Farah Margaretha. 2005. “Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi”, Jakarta: PT. Grasindo.
Hartono, J. 2000. “Teori Portofolio dan Analisis Investasi”. Yogyakarta: BPFE UGM
Van Horne, James C. 1995. “Financial Management and Policy”. Tenth Edition. New Jersey: Prentice Hall International.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar