Sabtu, 19 Maret 2011

Kewajiban Jangka Panjang

MENERBITKAN HUTANG JANGKA PANJANG

Utang jangka panjang terdiri dari pengorbanan masa depan yang sangat mungkin dari manfaat ekonomi yang berasal dari kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan di dalam jangka satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan. Contoh : hutang obligasi, hutang hipotek, kewajiban pensiun, dll

Pada umumnya, hutang jangka panjang mempunyai berbagai ketentuan untuk melindungi si pemberi pinkaman. Ketentuan dan syarat lain antara peminjam dan pemberi pinjaman dinyatakan dalam kontrak obligasi atau perjanjian hutang. Pokok-pokok yang sering kali disebut dalam kontark atau perjanjian itu meliputi jumlah yang diotorisasikan akan diterbitkan, suku bunga, tanggal atau tanggal-tanggal jatuh tempo, akan penebusan, kekayaan yang digadaikan sebagai jaminan, persyaratan dana pelunasan, modal kerja dan pembatasan deviden, serta pembatasan berkenaan dengan asumsi hutang tambahan.

PENERTIBAN HUTANG OBLIGASI

Obligasi merupakan jenis hutang jangka panjang paling umu yang dilaporkan pada neraca perusahaan. Tujuan utam dari obligasi adalah untuk meminjam dalam jangka panjang apabila jumlah modal yang diperlukan terlalu besar untuk disediakan oleh satu pemberi pinjaman atau pemasok. Suatu obligasi yang timbul dari suatu kontrak dikenal sebagai indenture ( surat kontak ) dan merupakan janji untuk membayar:

1. Jumlah uang pada tanggal jatuh tempo yang ditetapkan, ditambah
2. Bunga periode tingkat tertentu dari jumlah yang jatuh tempo ( nilai Nominal )

JENIS DAN PERINGKAT OBLIGASI

JENIS-JENIS OBLIGASI

1. Obligasi terjamin dan tak terjamin

2. Obligasi berjangka, obligasi serial, dan obligasi dapat ditebus

3. Obligasi konvertibel, di dukung-barang, dan diskonto-besar

4. Obligasi terdaftar dan atas-unjuk (kupon)

5. Obligasi laba dan pendapatan

PENILAIAN HUTANG OBLIGASI-DISKONTO DAN PREMI

Harga jual dari terbitan obligasi ditetapkan oleh fenomena yang umum seperti penawaran dan permintaan dari pembeli dan penjual, resiko relative, kondisi pasar, dan keadaan ekonomi. Masyarakat investasi menilai suatu obligasi pada nilai sekarang dari arus kas masa depan yang terdiri dari: 1).bunga dan 2) pokok. Tingkat bunga ditulis dalam syarat kontrak obligasi dan biasnya tampak pada sertifikat obligasi yang dikenal sebagai tingkat tetapan, kupon atau nominal. Tingkat bunga yang sebenarnya dihasilkan oleh pemegang obligasi disebut tingkat efektif, hasil atau tingkat pasar. Jika obligasi dijual dengan diskonto, tingkat efektifnya lebih tinggi dari pada tingkat tetapan. Sebalinya, jika obligasi dijual pada premi, tingkat efektif atau hasil lebih rendah dari nilai tetapan.

OBLIGASI YANG DITERBITKAN PADA NILAI PARI PADA TANGGAL BUNGA

Apabila obligasi diterbitkan pada tanggal pembayaran bunga pada niali pari ( nilai nominal), tidak ada bunga yang diakrualkan dan tidak ada yang didiskonto atau premi. Ayat akuntansinya dilakukan untuk hasil kas dan nilai nominal dari obligasi.

OBLIGASI YANG DIKELUARKAN DENGAN DISKONTO ATAU PREMI PADA TANGGAL BUNGA

Diskonto obligasi bukan merupakan bunga yang dibayar di muka. Akan tetapi, karena kaitannya pada bunga, seperti yang dibahas sebelumnya, diskonto diamortisasikan dan dibebankan ke beban bunga selam periode waktu obligasi tersebut beredar. Menurut metode garis lurus, jumlah yang diamortisasikan setiap tahun merupakan suatu jumlah konstan.

OBLIGASI YANG DITERBITKAN DI ANTARA TANGGAL BUNGA

Pembayaran bunga obligasi biasanya dilakukan setiap setengah tahun pada tanggal yang telah ditetapkan dalam kontrak obligasi. Apabila obligasi diterbitkan pada tanggal selain tanggal pembayaran bunga, pembeli obligasi itu akan membayar penjual bunga yang terutang dari tanggal pembayaran bunga terakhir sampai tanggal penertiban.

[[[

KLASIFIKASI DISKONTO DAN PREMI

Diskonto hutang obligasi bukan merupakan aktivitas karena tidak memberikan manfaat ekonomi masa depan.. secara konseptual, diskonto hutang obligasi merupakan perkiraan penilaian kewajiban yang bertalian perkiraan ini disebut perkiraan lawan. Premi hutang obligasi pada dirinya sendiri bukan merupakan kewajiban. Ia tidak mempunyai eksisitensi yang terpisah dari hutang yang bertalian. Secara konseptual, premi hutang obligasi merupakan perkiraan penilaian kewajiban, yakni penambahan pada jumlah premi nominal atau jatuh tempo dari kewajiban yang bertalian.

BIAYA MENERBITKAN OBLIGASI

Penertiban obligasi melibatkan biaya mendesain dan mencetak, biaya hokum dan akuntansi, biaya promosi, dan beban serupa lainnya. Menurut APB Opinion No.21, pos-pos ini harus didebet ke perkiraan beban yang ditanggukan untuk biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi dan diamortisasikan selama umur hutang itu, dalam suatu cara yang sama dengan yang digunakan untuk diskonto obligasi. Akan tetapi, FASB dalam concept statement no.3 mengambil posisi bahwa biaya terbitan hutang dapat diperlakukan baik sebagai beban atau secara pengurangan atas kewajiban hutang yang bertalian. Prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum yang dapat diterima untuk biaya penertiban obligasi adalah memperlakukannya sebagai beban yang ditangguhkan dan mengamortisasikannya selama umur hutang itu.

OBLIGASI TEASURI

Hutang obligasi yang telah diakuisisi kembali oleh perusahaan yang menerbitkannya atau agen atau trusteenya dan belum dibatalkan dikenal sebagai obligasi tresuri. Hal ini harus diperlihatkan pada neraca pada nilai pari sebagi pengurangan dari hutang obligasi yang diterbitkan untuk memperoleh angka bersih yang merupakan hutang obligasi yang beredar. Apbila hal itu dijual atau dibatalkan, perkiraan obligasi treasuri harus dikredit.

PELUNASAN HUTANG

Bagaimana pembayaran hutang dicatat?jika obligasi ditahan sampai jatuh tempo, jawabanya relatif langsung. Tidak ada keuntungan atau kerugian yang dihitung. Setiap premi atau diskonto dan setiap biaya penerbitan akan diamortisasi sepenuhnya pada tanggal obligasi jatuh tempo. Akibatnya, jumlah tercatat akan sama dengan nilai jatuh tempo dari obligasi tersebut. Karena nilai jatuh tempo sama dengan nilai pasar obligasi tersebut pada saat itu, tidak ada keuntungan atau kerugian. Akan tetapi, masalahnya menjadi lebih kompleks bila hutang itu dilunasi lebih awal dari jatuh tempo. Dua jenis pelunasan lebih awal adalah :

1. Reakuisisi hutang

2. In-sunstance (or economic) defeasance

WESEL JANGKA PANJANG

Perbedaan antara wesel bayar lancar dan wesel bayar jangka panjang adalah tanggal jatuh temponya. Akuntansi untuk wesel dan obligasi sangat mirip. Seperti obligasi, wesel dinilai pada nilai sekarang dari arus kas bunga dan pokok masa depan dengan setiap premi atau diskonto diamortisasi secara sama selama umur wesel tersebut.

MENGANGGAP TINGKAT BUNGA

Proses memperkirakan tingkat bunga disebut penganggaran dan tingkat bunga yang dihasilkan disebut tingkat bunga anggapan. Tingkat anggapan digunakan untuk menghitung nilai sekarang instrumen hutang dengan mendiskontokankan, pada tingkat itu, semua pembayaran masa depan dari instrumen hutang itu.

WESEL BAYAR HIPOTEK

Wesel bayar hipotek adalah wesel promes yang dijamin dengan suatu dokumen yang disebut suatu hipotek yang menggadaikan hak dari kekayaan sebagai jaminan untuk pinjaman itu. Hipotek dapat dibayarkan dalam jumlah penuh pada saat jatuh tempo atau secara angsuran selama umur pinjaman. Jika dibayarkan pada saat jatuh tempo, hutang hipotek ditunjukkan sebagai kewajiban jangka panjang di neraca sampai suatu saat yang mendekati tanggal jatuh tempo yang mengharuskan penyajiannya sebagai kewajiban lancar.

PENDANAAN DI LUAR NERACA

Pendanaan di luar neraca adalah suatu upaya untuk meminjam uang dengan cara sedemikian rupa sehingga kewajibannya tidak tercatat. Dua pendekatan di luar neraca tambahan antara lain :

1. Swap tingkat bunga

Banyak perusahaan menemukan swap ( pertukaran ) tingkat bunga merupakan cara yang mudah untuk membatasi kepekaakn tingkat bunga. Suatu perusahaan dengan sejumlah hutang yang cukup besar dengan tingkat variabel dapat mengimgimkan untuk menukarkan ke hutang tingkat tetap untuk membatasi risikonya terhadap tingkat bunga yang meningkat.

2. Perjajian pendanaan produk

Perjanjian pendanaan proyek muncul apabila :

· Dua kesatuan atau lebih membentuk kesatuan baru untuk membangun suatu pabrik operasi yang akan digunakan oleh kedua bela pihak.

· Kesatuan baru itu meminjam dana untuk membangun proyek tersebut dan membayar hutang dari hasil ynag diterima proyek.

· Pembayaran hutang dijamin oleh perusahaan yang akan membentuk kesatuan baru tidak harus melaporkan kewajiban pada pembukaunya.

DASAR PEMIKIRAN UNTUK PENDANAAN DI LUAR NERACA

Terdapat beberapa alasan mengapa perusahaan berusaha mengadakan perjanjian pendanaan di luar neraca:

1. Banyak yang berpendapat bahwa peniadaan hutang mempertinggi mutu neraca dan memungkinkan kredit diperoleh dengan lebig cepat dan dengan biaya yang lebih ringan.

2. Ketentuan pinjaman seringkali menetapkan pembatasan atas jumlah hutang yang dapt dipunyai.

3. Dikemukakan oleh beberapa pihak bahwa sisi aktiva dari neraca dinyatakan sangat terlalu rendah.

PELAPORAN HUTANG JANGKA PANJANG

Perusahaan yang mempunyai banyak terbitan hutang jangka panjang dalam jumlah besar sering kali hanya melaporkan suatu perkiraan dalam neraca dan mendukung komentar dan sekedul ini dalam catatan yang menyertainya. Jika perusahaan mempunyai kewajiban jangka panjang tampa syarat, hal itu harus diungkapkan bila kondisi sebagai berikut:

1. Kewajiban itu tak dapat dibatalkan, atau dapat dibatalkan hanya pada terjadinya kontinjensi yang kecil kemungkinannya atau dengan izin dari pihak lain.

2. Kewajibgan itu merupakan perjanjian pendanaan proyek pemasok untuk fasilitas yang kan memberikan barang dan jasa yang dikontrolkan

3. Kewajiban itu mempunyai jangka tersisa yang lebih dari satu tahun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar